UMUM
Menperin: Industri Animasi Dalam Negeri Berpotensi Jadi Andalan Penyerapan Tenaga Kerja
Ichi · 24 Oktober 2026 · Diperbarui 29 Oktober 2026

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa perkembangan industri kreatif digital, khususnya animasi dalam negeri, membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. Meskipun berbasis teknologi tinggi, industri animasi dinilai memiliki karakteristik padat karya karena membutuhkan keterlibatan sumber daya manusia (SDM) dalam berbagai tahapan produksinya.
“Potensinya besar sekali sekarang, apalagi di era digital, era AI, dan animasi yang terus berkembang. Saya agak surprise, ternyata teknologi digital itu tidak semata-mata padat modal dan padat teknologi, tetapi juga padat karya. Termasuk animasi, ternyata menyerap tenaga kerja yang banyak,” kata Menperin saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Bali, Sabtu (24/10).
Menurut Menperin, industri animasi memiliki karakteristik tersendiri karena proses produksinya tetap membutuhkan keterampilan dan kreativitas manusia, meskipun perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) semakin pesat.
“Detail-detailnya tetap harus dikerjakan oleh manusia, khususnya untuk animasi. Tentu ini peluang yang sangat besar untuk penyerapan tenaga kerja kita. Kita berharap industri harus menjadi ladang bagi penyerapan tenaga kerja secara maksimal. Salah satunya justru pada industri digital ini kita menemukan penyerapan tenaga kerja yang banyak sekali,” ungkapnya.
Menperin optimistis Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri kreatif digital dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan keseriusan dalam mengembangkan talenta nasional, memperkuat ekosistem industri, serta meningkatkan keterampilan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Sarmuji juga mengapresiasi kontribusi BDI Denpasar dalam mencetak talenta industri animasi yang mampu terlibat dalam produksi karya nasional. Salah satu bukti keberhasilan tersebut adalah keterlibatan tiga lulusan BDI Denpasar dalam produksi film animasi Jumbo.
“Tadi sudah terbukti, film Jumbo ternyata ada tiga orang yang terlibat dalam produksinya merupakan lulusan BDI Denpasar. Tentu kalau ini dikembangkan, akan menjadi potensi yang sangat besar bagi Indonesia,” ujarnya.
Menurut Menperin, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa program pendidikan dan pelatihan vokasi industri memiliki peran nyata dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi harus terus diperluas melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelaku industri.
Ia menjelaskan, BDI Denpasar memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan keterampilan yang dapat dimanfaatkan berbagai kalangan, mulai dari pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK), tenaga kerja industri, hingga calon wirausaha.
“Di sini menjadi tempat mereka belajar, ada proses pemagangan juga. Jadi, anak-anak SMK di sekitar sini bisa memanfaatkan BDI Denpasar untuk tambahan pembelajaran dan memperkuat kompetensinya masing-masing. Ada juga industri yang berlatih di sini, termasuk mereka yang secara khusus mendapatkan pelatihan dari BDI Denpasar,” jelasnya.
Selain itu, Menperin mengapresiasi keberadaan pelaku usaha dan perusahaan rintisan binaan BDI Denpasar yang telah mengembangkan usaha di bidang industri kreatif digital. Menurutnya, keberadaan para pelaku usaha tersebut menjadi bukti bahwa program pelatihan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru.